• RSS GURU MUDA

    • KURIKULUM MANDIRI GURU MUDA
      GURUMUDA.WEB.ID - Hebohnya isu Full Day School bikin marah bagi pemerhati pendidikan. Kebijakan sekolah selama lima hari yang direncanakan Pak Menteri dengan durasi delapan jam setiap harinya, ternyata  tidak hanya memicu kekhawatiran di kalangan siswa, tetapi juga para guru. Ternyata merebaknya opini di masyarakat, bikin marah juga bagi Pak Menteri sang pem […]
    • Materi Ceramah untuk Tafaruqon Pesantren Kilat Ramadhan
      GURUMUDA.WEB.ID -  Istilah Tafaruqon adalah masa penutupan atau perpisahan pesantren kilat yang diadakan di bulan ramadhan. Istilah ini biasanya diucapkan atau untuk mempermudah pengucapan bahasa saja.Tafaruqan (dibaca: tafaruqon) diambil dari mufrodnya Farroqo - yatafarroqu - tafarruqon. jadi Tafaruqon adalah isim masdarnya.Pada kesempatan kali ini saya tid […]
    • Hafal Al Mulk Mumpung Masih Kecil. Istimewanya Luar Biasa!
      GURUMUDA.WEB.ID – Agak lama saya tidak menulis di blog guru muda tercinta ini. Kegiatan Pesantren Ramadhan CeriaQU bersama anak-anak cukup menyita waktu. Tak lain, ada beberapa target yang mesti dipenuhi. Salah satunya, saya berharap pesantren ramadhan tahun ini, anak-anak santri bisa hafal surat Al Mulk yang berjumlah 30 ayat ini.Saya tahu daya ingat ketika […]
    • CeriaQU, Ceria Ramadhan Bersama Qur'an dengan Memanah Sebagai Program Unggulannya
      GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, Allah masih menitipkan amanah berupa umur, sehat, terutama iman dan islam sampai bulan Ramadhan ini.Seperti tahun sebelumnya, saya mengadakan pesantren ramadhan sebagai program tahunan di lembaga yang saya asuh, Nurul Musthofa dan Rumah Baca AsmaNadia.CeriaQU sebagai judul dalam kegiatan pesantren kilat ini. Diharapkan, merek […]
    • Materi Pelajaran Pesantren Kilat Ramadhan untuk Anak Santri
      GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, kita sudah menikmati Bulan Ramadhan yang berkah ini. Upaya untuk mengisi kegiatan di bulan suci ini sudah dipersiapkan. Termasuk materi pelajarannya untuk pesantren ramadhan.Pun dengan saya, saat ini saya sudah mempersiapkan materi pelajaran untuk pesantren kilat ramadhan yang diselenggarakan setahun sekali ini.Ada beberapa m […]
  • Terbaru

  • Tulisan Terhangat

  • Arsip Tulisan

  • Yang Mampir

Jeritan Hati Guru Non PNS


Menjadi guru adalah salah satu cita-cita saya ketika duduk di bangku SMP 4 Sumedang, itu dikarenakan saya sering memperhatikan seorang guru wakasek dengan gagahnya berjalan sambil menenteng tasnya. Penuh wibawa tapi ramah. Tegas tapi bijaksana. Tak heran bila siswa yang beliau didik begitu mencintainya. Termasuk saya. Tak hanya itu, saya sering memijat kaki beliau, bahkan sering diajak jalan-jalan oleh beliau. Karena, saya adalah anaknya.

“Buah tak Jatuh dari Pohonnya.”

Mungkin ungkapan diatas layak untuk saya. Ayahnya guru, anaknya guru. Meskipun bukan pada bidang yang sama. Statusnya pun berbeda. Ayah saya PNS, sedangkan saya non PNS.

Honor sebagai guru honorer yang hanya cukup untuk susu anak saya, menjadikan mindset saya untuk ‘tidak terlalu’ mengandalkan penghasilan dari sekolah atau pemerintah. Saya memotivasi diri untuk menanamkan menjadi seorang entrepreneur atau edupreneur. Mencari penghasilan tambahan tanpa terganggu dengan urusan ‘gaji kecil’ sebagai seorang guru.

Memang menyakitkan apabila dibanding-bandingkan antara guru PNS dan non PNS untuk ‘urusan tunjangan’. Padahal dalam segi kualitas, saya berani berspekulasi bahwa guru non PNS lebih kompeten.

Semoga pemerintah lebih bijak dalam menangani masalah klasik seperti ini. Juga kepada teman sesama guru non PNS, mindset (pola pikir) kita harus diubah. Jangan terpaku pada kondisi sekarang sebagai guru honorer. Banya celah untuk menambah penghasilan kita yang tentunya tak jauh dengan bidangnya masing-masing.

Tetap menjadi seorang yang bisa mencerdaskan anak bangsa!

Iklan

4 Tanggapan

  1. setuju, pak roni.
    menjadi guru kreatif. sangatlah membahagiakan kita. kita bertanggung jawab atas kebahagian kita sendiri. ditengah tengah perlakuan yang berbeda guru pns dan nonpns. padahal peran dan fungsinya sama. tentang dedikasi? jangan ditanya. guru honorer lebih jauh tangguh. maka menjadi eduprener, atau interpreneur sbuah pilahan yg cerdas. kalau saya memili menanam saham di BMT, pak dari hasil menabung. he he kalau dulu buat jajan kecil kecilan.

    • Setuju bu… Saat ini pun saya sedang belajar investasi. Meskipun penghasilan di sekolah minim. Tapi itu menjadi suatu motivasi tersendiri buat saya.

  2. Memang dulu begitu perbedaannya sangat mencolok pak, antara guru PNS dan Non PNS, tapi sekarang sudah mulai berkurang semenjak andanya Sertifikasi Guru.

    Cita-cita saya ingin jadi PNS, tapi cita-cita itu sudah tidak lagi, semenjak saya keluar dari SD, sedih memang, tapi mau apalagi, karena saya keburu umur, dan di SD tidak ada perkembangan.

    Insa allah rezeky tidak jauh kemana, semoga Pak Yursron dapat Sertifikasi Guru.

    Salam guru non PNS

Silakan memberikan Komentar untuk pengembangan blog ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: